tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Sabtu, 19 Mei 2012


Kabar Nasional

Presiden SBY Minta Diplomat Indonesia Jangan Minder

Kamis, 23 Februari 2012 12:25 WIB

Jakarta, (tvOne)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para perwakilan Indonesia di luar negeri memiliki rasa percaya diri dan mentalitas sebagai diplomat dari negara terbesar di Asia Tenggara yang sedang tumbuh. Permintaan itu disampaikan Presiden Yudhoyono kepada para perwakilan Indonesia di luar negeri di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/2).

"Harus be confident. Harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena Indonesia masa kini, Indonesia yang patut kita semua di samping bersyukur juga percaya akan menuju masa depan yang baik," kata Presiden.

Oleh karena itu, kata Presiden, cara pandang para diplomat Indonesia haruslah cara pandang diplomat yang berasal dari sebuah negara yang tengah bangkit. "Mentalitas sebuah negara terbesar di Asia Tenggara. Mentalitas negara anggota G20. Maknanya dalam. Jangan di antara kita masih memiliki mentalitas negara yang dulu pernah terpuruk 10-14 tahun lalu karena krisis multidimensional," katanya.

Menurut Presiden Yudhoyono, Indonesia mampu membuktikan tidak hanya selamat dari krisis namun juga mampu tumbuh.

Dengan segala capaian itu, kata Presiden, para diplomat Indonesia tidak boleh minder apalagi di kawasan Asia Tenggara sekalipun tentu saja Indonesia masih memiliki tantangan dan pekerjaan rumah di masa mendatang.

Kepala Negara menyampaikan arahannya di depan sekitar 85 Duta Besar, 28 Konsul Jenderal, empat Konsul serta tiga Kuasa Usaha Ad-Interim dari 88 negara yang mengikuti Rapat Kerja Kemlu 2012.

Sementara itu sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja 2012 itu mengatakan bahwa perubahan di dunia internasional yang terjadi dengan pesat dan cepat, seperti yang terjadi di Afrika Utara, perkembangan proses perdamaian di Timur Tengah, ancaman pecahnya konflik di sekitar Selat Hormutz, Irak dan Afghanistan, serta peluang konflik di Laut China Selatan, ketidakpastian global dan regional bisa mengancam potensi yang dimiliki Indonesia.

"Kita perlu menjadi agent of change, agen perubahan, (yang) cakap dan antisipatif mendorong perubahan ke arah yang lebih baik," kata Menlu sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemlu.

Manfaat Rapat Kerja 2012 itu adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang sudah berjalan baik, pada saat yang sama mengidentifikasikan hal-hal yang masih bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, peluang-peluang dan hambatan-hambatan yang ada serta mengkonsolidasikan raihan yang telah dicapai, melakukan overview secara komprehensif sehingga kinerja menjadi lebih efektif. (Ant)

3131+as
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar