
Jakarta, (tvOne)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan proses pemilihan kepala daerah di Nangroe Aceh Darussalam harus melibatkan semua calon dari partai lokal maupun partai nasional sehingga semua kepentingan dapat terwakili dan proses tersebut dapat berjalan dengan lancar.
"Kepentingan dan harapan saya selaku presiden dan ini kepentingan semua tentunya, pemilihan gubernur dan bupati serta wali kota di Aceh bisa berjalan demokratis, tertib, damai, dan jurdil. Oleh karena itu semua pihak harus menjadi bagian dari pilkada seperti itu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjawab pertanyaan ANTARA dalam pertemuan dengan pers di Istana Negara Jakarta, Senin (13/2) malam.
Kepala Negara mengatakan bahwa kondisi keamanan dan kehidupan rakyat di Aceh yang saat ini kondusif setelah pelaksanaan kesepakatan damai Helsinki serta rekonstruksi pascatsunami. Hal ini hendaknya bisa terus berjalan dengan baik meski ada pergantian kepemimpinan kepala daerah. "Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa mengakhiri konflik di Aceh. Kita juga bisa lakukan rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh. Keadaan seperti ini disyukuri di Aceh. Rakyat di Aceh tentu akan mengharapkan situasi baru," katanya.
Diakui Presiden, memang ada beberapa masalah yang terjadi beberapa waktu lalu saat proses menuju pelaksanaan pilkada.
Kendati demikian, Kepala Negara berharap masalah tersebut bisa diselesaikan sehingga pilkada berlangsung dengan aman dan lancar. "Beberapa waktu lalu ada masalah yang harus kita selesaikan. Kita berikan ruang kepada siapa pun, apakah partai Aceh atau partai nasional untuk mengusung kandidatnya masing-masing," kata Susilo Bambang Yudhoyono.
"Siapa pun nanti yang terpilih," lanjut Presiden,"akan kita lakukan semua. Saya tidak ingin nanti kalau ada pemilu kada yang lain tidak bisa ikut. Saya tidak ingin seperti itu. Saya berharap ini berjalan baik, semua berjalan seperti itu." Presiden juga memerintahkan aparat kepolisian, TNI, dan jajaran kepala daerah, termasuk pelaksana Gubernur Aceh beserta jajarannya menyukseskan pelaksanaan pilkada dan memastikan pesta demokrasi itu bisa berjalan dengan lancar.
Pertemuan Presiden dengan pers di Istana Negara Jakarta yang dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB itu dihadiri oleh Wapres Boediono dan seluruh menteri kabinet serta pejabat terkait. Dalam kesempatan itu Presiden menjawab pertanyaan wartawan mengenai sejumlah isu nasional, mulai soal pertemuan Nazaruddin dengan Dewan Kehormatan Partai Demokrat di Cikeas hingga penanganan kasus Century dan juga pembelian pesawat kepresidenan. (Ant)