
Jakarta, (tvOne)
Pemerintah telah melunasi pembayaran pesawat kepresidenan senilai 58,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp525,91 miliar. Pemerintah Indonesia membeli pesawat "green aircraft" ke Boeing Company yang berupa pesawat kosong yang belum dilengkapi dengan interior dan sistem keamanan.
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nahattands dalam konferensi pers untuk menjelaskan proses pengadaan pesawat kepresidenan di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, (9/2) mengatakan pembayaran tersebut dilakukan dalam tiga termin dari anggaran Setneg dalam proyek multiyears yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan pada 21 Desember 2010.
Lambock menyebutkan pada 2010 telah dilakukan pembayaran pertama sebesar 11,72 juta dolar AS atau Rp105,714 miliar, pembayaran kedua sebesar 10 juta dolar AS atau Rp87,462 miliar dan yang terakhir pada Januari 2012 sebesar 36,88 juta dolar AS atau Rp332,733 miliar.
Menurut Lambock, dana untuk melunasi pesawat tersebut seluruhnya berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tanpa menggunakan pinjaman luar negeri. Pesawat jenis 737-800 Boeing Business Jet 2 seharga 58,6 juta dolar AS itu telah diserahterimakan oleh pihak Boeing kepada pemerintah pada 21 Januari 2012. Dia mengatakan, pesawat kepresidenan diharapkan bisa didatangkan ke Indonesia pada Agustus 2013. (Ant)