Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Kamis, 28 Mei 2015


Kabar Nasional

Teroris, Pemerintah Tingkatkan Pengamanan Daerah Konflik

Senin, 8 Maret 2010 09:03 WIB

Jakarta, (tvOne) 

Pengamanan daerah rawan konflik seperti Poso dan Ambon ditingkatkan menyusul tertangkapnya sejumlah teroris di Aceh. Demikian dikatakan Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai di Jakarta, Senin (8/3).

Ansyaad Mbai mengatakan, wilayah-wilayah rawan konflik atau yang pernah terjadi konflik seperti Aceh, Poso dan Ambon sangat potensial dijadikan lokasi para teroris menghimpun kekuatan. "Mereka (teroris, Red) sangat mudah untuk memainkan kembali isu-isu yang menjadi pemicu konflik di beberapa daerah tersebut sambil memasukkan ideologi mereka. Jadi, sudah tentu akan ditingkatkan pengamanan di wilayah-wilayah rawan konflik bagi aktivitas teroris," ujar Ansyaad.

Namun, antisipasi lebih dini lebih baik dilakukan masyarakat termasuk di daerah-daerah rawan konflik. "Saat ini masyarakat sudah sangat sadar, terhadap apa dan bagaimana kegiatan teroris itu. Jadi tidak saja aparat yang harus waspada dan berjaga-jaga, masyarakat juga terutama di daerah-daerah rawan konflik," tuturnya.

Ansyaad Mbai mengemukakan, hingga kini pemerintah khususnya aparat kepolisian masih mendalami ada tidaknya keterkaitan teroris Aceh dengan jaringan teroris internasional. "Tetapi yang lebih penting, bukan asal atau keterkaitannya dengan jaringan mana. Tidak penting apakah mereka Jamaah Islamiyah atau yang lain, yang penting mereka adalah teroris dan harus ditindak tegas. Itu saja, yang lebih penting," kata Ansyaad.

50 teroris

Pada kesempatan terdahulu, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pihaknya masih memburu sekitar 30 orang yang diduga teroris di Aceh. Hingga saat ini, polisi telah menangkap 14 orang dan satu orang tewas dari kelompok teroris di Aceh. "Insya Allah kurang lebih 30-an (teroris)," ucap Kapolri.

Bambang menjelaskan, saat penggerebekan di daerah Kabupaten Aceh Besar, delapan orang polisi mengalami luka-luka. Empat di antaranya luka ringan, dan empat lain masih dirawat di rumah sakit. Sementera dari pihak teroris, diperkirakan tiga orang terluka namun berhasil kabur.

Kapolri enggan berkomentar ketika ditanya perihal jaringan di Aceh, target kelompok teroris, karena akan menggangu penyelidikan di lapangan. "Pokoknya nanti saya jelaskan. Ini masih dalam proses yang harus hati-hati. Anak-anak (prajurit polri, Red)masih di lapangan semua," ucap Kapolri.

Seperti diberitakan, tewasnya satu anggota polisi serta delapan orang luka-luka adalah akibat kelompok teroris lebih menguasai kondisi di lapangan serta berada di ketinggian di pegunungan sehingga dapat memantau polisi yang bergerak. Selain itu, kelompok itu didukung persenjataan yang cukup canggih.

Poso dan Ambon sempat menjadi pusat latihan para teroris dengan pasokan senjata diduga melalui Filipina Selatan. (Ant)

19656+ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar